2 Maret 2026 | Kegiatan Statistik Lainnya
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung mencatat inflasi sebesar 0,44 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Februari 2026. Angka ini lebih tinggi apabila dibandingkan pada periode yang sama di bulan Februari 2025 yang pada saat itu tercatat deflasi sebesar 0,59 persen. Bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya (year-on-year/y-on-y) Kota Bandar Lampung mengalami inflasi sebesar 2,48 persen pada Februari 2026. “Tingkat Inflasi y-on-y Bulan Februari 2026 lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi y-on-y Bulan Februari 2025 yang tercatat sebesar 0,09 persen,” tutur Statistisi Ahli Muda BPS Kota Bandar Lampung, Shista Virgo Winatha, Senin (2/3).
Virgo melaporkan bahwa tercatat inflasi tertinggi di Kota Bandar Lampung terjadi pada kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 18,90 persen dengan andil inflasi sebesar 2,34 persen (y-on-y). Sedangkan, inflasi terendah terjadi pada kelompok Transportasi sebesar 1,19 persen dengan andil inflasi pada kelompok tersebut sebesar 0,13 persen (y-on-y).
Virgo menjelaskan dalam keterangannya lima komoditas dominan yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi (m-to-m) antara lain: emas perhiasan sebesar 0,10 persen, daging ayam ras sebesar 0,08 persen, mobil sebesar 0,07 persen, cabai rawit sebesar 0,06 persen, dan cabai merah seebsa 0,05 persen. Pada inflasi yang terjadi di bulan Februari, juga terdapat komoditas yang memberikan andil deflasi sehingga dapat menahan laju inflasi secara umum, lima komoditas dominan yang memberikan andil deflasi secara (m-to-m) antara lain: bensin sebesar 0,04 persen, susu cair kemasan sebesar 0,03 persen, hand body lotion sebesar 0,02 persen, wortel sebesar 0,02 persen, dan deodorant sebesar 0,02 persen.
Selanjutnya, inflasi BPS Kota Bandar Lampung secara tahunan (year-on-year/y-on-y) disajikan berdasarkan sebanyak sebelas kelompok pengeluaran. Tingkat inflasi y-on-y tertinggi yaitu kelompok pengeluaran Perumahan, Air, Listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 18,90 persen. Sedangkan andil/kontribusi y-on-y terbesar terhadap inflasi secara umum yaitu masih sama yaitu pada kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,34 persen. Sedangkan, kelompok Pendidikan mengalami deflasi y-on-y sebesar 16,95 persen dengan andil deflasi y-on-y sebesar 1,41 persen.
“Sepuluh komoditas penyumbang inflasi tertinggi tahunan (y-on-y) adalah tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, mobil, beras, bawang merah, Sigaret Kretek Mesin (SKM), kontrak rumah, nasi dengan lauk, dan tomat,” terang Virgo.
Pada empat kabupaten/kota cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung, pada Februari 2026 inflasi tahunan (y-on-y) terendah adalah Kota Bandar Lampung tercatat sebesar 2,48 persen, sementara inflasi tahunan (y-on-y) tertinggi di Kabupaten Lampung Timur sebesar 3,74 persen. Kota Bandar Lampung tercatat mengalami inflasi sebesar 0,44 persen, dan Kabupaten Lampung Timur tercatat mengalami inflasi sebesar 0,15 persen untuk inflasi bulanan (m-to-m), sementara untuk Kabupaten Mesuji dan Kota Metro juga mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,33 persen dan 0,48 persen.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Kepala BPS Kota Bandar Lampung
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDAR LAMPUNG
Jl.Sutan Syahrir Pahoman Bandar Lampung 35215, Telp: (0721)255980
Homepage: http://www.bandarlampungkota.bps.go.id
E-mail: [email protected]

Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik Kota Bandar Lampung Jl. Sutan Syahrir No. 30
Pahoman
Bandar Lampung
35215. Telp. (0721)255980. Mailbox : [email protected]
Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik