Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung mencatat inflasi sebesar 0,43 persen secara
bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Desember 2025. Angka ini lebih tinggi apabila dibandingkan
pada periode yang sama di bulan Desember 2024 yang pada saat itu tercatat inflasi sebesar 0,36
persen. Bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya (year-on-year/y-on-y) Kota
Bandar Lampung mengalami inflasi sebesar 0,44 persen pada Desember 2025. “ Tingkat Inflasi y-on-y
Bulan Desember 2025 lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi y-on-y Bulan Desember 2024 yang
tercatat sebesar 1,67 persen,” tutur Kepala BPS Kota Bandar Lampung, Hady Suryono, Senin (5/1).
Hady melaporkan bahwa tercatat inflasi tertinggi di Kota Bandar Lampung terjadi pada
kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 6,99 persen dengan andil inflasi sebesar 0,43
persen (y-on-y). Sedangkan, inflasi terendah terjadi pada kelompok Transportasi sebesar 1,28 persen
dengan andil inflasi pada kelompok tersebut sebesar 0,14 persen (y-on-y).
Hady menjelaskan dalam keterangannya lima komoditas dominan yang menjadi penyumbang
inflasi tertinggi (m-to-m) antara lain: cabai rawit sebesar 0,19 persen, emas perhiasan sebesar 0,07
persen, susu cair kemasan sebesar 0,04 persen, cumi-cumi sebesar 0,03 persen, dan bensin sebesar
0,02 persen. Pada inflasi yang terjadi di bulan Desember, juga terdapat komoditas yang memberikan
andil deflasi sehingga dapat menahan laju inflasi secara umum, lima komoditas dominan yang
memberikan andil deflasi secara (m-to-m) antara lain: salak sebesar 0,04 persen, cabai merah sebesar
0,03 persen, celana panjang jeans pria sebesar 0,02 persen, shampo sebesar 0,02 persen, dan daging
ayam ras sebesar 0,02 persen.
Selanjutnya, inflasi BPS Kota Bandar Lampung secara tahunan (year-on-year/y-on-y) disajikan
berdasarkan sebanyak sebelas kelompok pengeluaran. Tingkat inflasi y-on-y tertinggi yaitu kelompok
pengeluaran Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 6,99 persen. Sedangkan andil/kontribusi
y-on-y terbesar terhadap inflasi secara umum yaitu kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau
sebesar 0,98 persen dengan tingkat inflasi y-on-y sebesar 3,31 persen. Sedangkan, kelompok
Pendidikan mengalami deflasi y-on-y sebesar 16,98 persen dengan andil deflasi y-on-y sebesar 1,39
persen.
“Sepuluh komoditas penyumbang inflasi tertinggi tahunan (y-on-y) adalah emas perhiasan,
cabai merah, cabai rawit, kontrak rumah, bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, beras, susu
cair kemasan, mobil, dan sewa rumah,” terang Hady.
Pada empat kabupaten/kota cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung,
pada Desember 2025 inflasi tahunan (y-on-y) terendah adalah Kota Bandar Lampung tercatat sebesar
0,44 persen, sementara inflasi tahunan (y-on-y) tertinggi di Kabupaten Mesuji sebesar 2,69 persen.
Kota Bandar Lampung tercatat mengalami inflasi sebesar 0,43 persen, dan Kabupaten Mesuji tercatat
mengalami inflasi sebesar 0,87 persen untuk inflasi bulanan (m-to-m), sementara untuk Kabupaten
Lampung Timur sebesar 0,81 persen, dan Kota Metro tercatat sebesar 0,67 persen.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Kepala BPS Kota Bandar Lampung, Hady Suryono
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDAR LAMPUNG
Jl.Sutan Syahrir Pahoman Bandar Lampung 35215, Telp: (0721)255980
Homepage: http://www.bandarlampungkota.bps.go.id
E-mail:
[email protected]